Scroll Down.

Dewa Agung Mandala Utama

" Hope For Better "

30 x 42 cm
2021

 

Saat ini dunia sedang mengalami pandemi yang disebabkan oleh wabah virus covid-19, kita mengawalinya dengan gaya hidup yang baru dengan selalu menerapkan protokol-protokol kesehatan yaitu 3M, Pandemi ini berdampak pada semua aspek mulai dari perekonomian pasar, pariwisata, pendidikan, dan upacara keagaman yang fakum. Bali mulai merasakan pandemi pada awal tahun 2020 tepatnya saat mendekati hari raya Nyepi pada bulan Maret, tradisi melasti saat itu hanya dilaksanakan oleh beberapa tokoh adat di masing-masing desa. Kami sebagai masyarakat Bali merasakan saat itu bahwa dunia memang harus berhenti sesaat dari aktivitas industri yang berdampak begitu transparan terhadap Bumi. Namun semakin hari tak kunjung mereda sekat-sekat pandemi ini dan bahkan saat ini semakin bergemuruh, degradasi moral sangat terasa dapat dilihat dari media-media sosial.

Harapan demi harapan selalu menyertai keinginan agar terlepas dari jerat pembatasan berskala internasional ini, entah esok atau lusa berharap agar kasus covid tak melonjak naik. Pada karya ini saya memvisualkan tokoh agama (pemangku) yang sedang menghaturkan bhakti dengan harapan agar pandemi ini cepat berlalu. Di Bali pemangku adalah orang suci yang berperan sebagai orang yang memangku umat dengan Sang Pencipta. Ketika ada upacara keagamaan seperti odalan dan upacara suci di setiap rumah masyarakat hindu di Bali, pemangku akan hadir sebagai perantara yang dihaturkan oleh umat berupa sesajen (banten) kepada Sang Pencipta. Keyakinan tersebut tidak bisa dihilangkan walaupun saat wabah pandemi ini. Semakin hari masyarakat mulai terbiasa dengan pandemi dan gaya hidup yang baru ini, membangkitkan kerendahan hati untuk selalu saling menjaga satu sama lain agar tradisi dan keyakinan tidak mengalami degradasi.